KINETIK : BERGERAK UNTUK INDONESIA SEJARAH

KINETIK : BERGERAK UNTUK INDONESIA SEJARAH

Kinetik : Terus bergerak untuk memberikan manfaat bagi sekitar, bukan tentang apa yang kita punya tapi tentang apa yang bisa kita berikan.

Pesan diataslah sisipan yang bisa kita terima saat menonton film yang di sponsori #traveloka ini.

Sebuah pesan yang kuat bagi anak muda untuk turut berbuat untuk negri ini.

Kisah dalam film ini begitu diawali dengan tiga sahabat yang kembali berkumpul disebuah cafe, yang dimana adegan di cafe tersebut menampilkan cameo Vidi Aldiano sebagai pelayan cafe.

Disana tiga sahabat yang masing-masing nya sedang berada di puncak karier ini saling curhat dan bercerita, kalau mereka sedang merasa jenuh dengan yang mereka lakukan.

Mereka merasa stagnan justru karena sedang berada di puncak karier.

Tapi ada pesan yang diselipkan dalam adegan ini “Tatkala kita sedang merasa jenuh, di saat yang bersamaan menyisakan ruang untuk kita bertanya ‘Apa, Bagaimana dan Kemana lagi saya harus berbuat?’ ”

Lalu setelah permukaan itu mereka berencana untuk berangkat ke suatu tempat yang hanya berjarak tempuh dua jam dari ibu kota. Tidak disebutkan lokasinya dimana, tapi intinya mereka ingin menampilkan bahwa apa yang selama ini mereka rasakan sudah mencapai segalanya ternyata tidak sesuai dengan realitas yang ada.

Di tempat ini terdapat sekolah dasar yang mempunyai kondisi buruk untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Buruk dalam berbagai hal seperti akses menuju sekolah yang harus melewati setapak persawahan, jembatan yang nyaris rubuh, kondisi ruang kelas yang rusak, dan tenaga pengajar yang minim.

PADAHAL LOKASINYA HANYA DUA JAM DARI IBUKOTA

Tapi ini bukan tentang apa yang orang lain (pemerintah) perbuat, bukan juga tentang apa yang kita punya tetapi tentang apa yang bisa kita berikan.

Spirit ini yang terus dipegang oleh tiga sahabat yang masing-masing memiliki kemampuan mumpuni. Mereka bertiga ahli sebagai arsitek, guru tari profesional, dan ahli matematika

Dengan berbagai kemampuan tersebut mereka berkolaborasi untuk memberikan manfaat bagi pendidikan di tempat tersebut dengan merenovasi full sekolah tersebut.

Si arsitek membuat sketsa gambar sekolah, Si ahli matematika memvisualisasikan dalam desain dan perhitungannya. Sambil merangkap sebagai tukang dan mandor. Sedangkan si guru tari menjadi membangkitkan semangat anak-anak dengan mengajarkan tarian tradisional dan bercanda ria penuh tawa, sembari mengisi kekosongan belajar akibat renovasi sekolah.

Singkat cerita setelah beberapa hari kemudian sekolah tersebut selesai direnovasi dengan hasil yang hebat, sangat jelas perbedaannya dengan sebelumnya.

Mereka bertiga terharu dengan apa yang mereka lakukan. Sungguh ini sangat diluar ekspektasi mereka. Apalagi diakhiri film ini juga di pertegas bahwa, dua orang dari mereka (arsitek dan matematika) merupakan anak dari keluarga miskin yang bahkan harus berjualan koran untuk bisa sekolah. Tetapi mereka bisa bangkit menjadi sukses dan bisa berbuat untuk pendidikan Indonesia.

Dan berkomitmen untuk lebih giat lagi bekerja dengan memastikan tidak ada lagi anak-anak yang kesulitan bersekolah seperti apa yang mereka alami dulu.

Menurut saya yang harus menjadi headline dalam tulisan ini adalah spirit yang mereka tawarkan harus juga ada pada diri kita. Tenang apa yang kita bisa berikan.

Mungkin kita sebagai pribadi atau entitas lembaga, hal apa yang kita bisa berikan untuk dapat menjadi solusi permasalahan fundamental dalam masyarakat?

Sebuah pertanyaan besar yang harus kita jawab bersama-sama.

Kita bisa berdiskusi, silakan tinggalkan pendapat Anda pada kolom komentar dibawah.

Mari bersama do’akan negeri ini menjadi negeri yang didalamnya terdapat masyarakat yang sejahtera.

Alfatihah…

@_KangAkbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.