Komunikasi Baik, Berdampak Baik

Komunikasi Baik, Berdampak Baik

Kajian Pekanan Al-Kahfi
Masjid Al-Furqon. Depok, 30/09/2018
Komunikasi Baik, Berdampak Baik
.
Manusia sebagai makhluk sosial tentu tak akan bisa lepas dari yang namanya komunikasi. Baik komunikasi di keluarga, sekolah, lingkungan kerja, tentangga atau dengan masyarakat dan bahkan yang paling penting adalah komunikasi dengan Allah Subhanahu Wata’ala.
.
Komunikasi ini sangat penting sebab proses bertukar informasi dan interaksi ada disana.
.
Kita sama-sama tahu kalau manusia itu sebagian besar hidupnya adalah mencari, memberi informasi Dan melakukan interaksi.
.
Maka Karena Hal tersebutlah Kita harus melakukannya dengan baik. Dalam berkomunikasi hanya ada dua pilihan berbicara yang baik atau diam, separti hadist Rasulullah.
.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
.
Dari prinsip yang diajarkan Rasulullah inilah Kita hanya diperbolehkan berbicara yang baik saja. Tidak boleh bicara yang sia-sia, berlebihan, bertengkar, berkata keji/jorok, mencaci, menghina, menyebarkan hoax, ghibah apalagi fitnah.
.
Nah,, ciri-ciri orang itu baik atau tidak bisa dilihat dari komunikasinya kepada 4 pihak, sebagai berikut :
1. Kepada Allah
Dalam Islam tentu saja orang yang dikatakan baik adalah orang yang takwa kepada Tuhannya, yang berarti dia wajib mengikuti pertintahNya dan menjauhi laranganNya.
Tentu saja untuk mencapai ketakwaan tersebut seorang hamba harus “berkomunikasi dengan baik” dengan Allah melalui ibadah yang sudah di syariatkan. Mulai dari mendeklarasikan diri dengan Dua kalimat syahadat, menegakan shalat, membayar Zakat, berpuasa ramadhan Dan pergi haji.
Tetapi itu saja tidak cukup itu hanya ibadah standard dari seorang hamba, perlu adanya ibadah tambahan yang dilakukan agar lebih pantas menyandang ummat yang takwa yaitu perbanyak berdoa Dan sunnah-sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihiwassalam.
Kalau kepada Allah Subhanahu Wata’ala saja komunikasi nya tidak baik, jaminan apa dia baik untuk kita.
2. Kepada keluarga
Di point yang ke dua ini tentu Kita semua sepakat kalau keluarga lah orang yang paling dekat dengan Kita.
Mulai dengan Ibu yang berjuang selama 9 bulan agar Kita survive sampai lahir me dunia, ayah yang menopang perekonomian keluarga supaya segala urusan lancar, Kakak, Adik, Bibi, Paman dan lainnya yang tentu saja punya peran atas perkembangan Kita sampai saat ini.
Tentu semua itu harus dijaga dengan komunikasi yang bail, saling support dan minim konflik.
Sesekali konflik wajar tetapi bisa segera diatasi.
Nah kalau model orang yang begini, lancar dekat dengan keluarga berarti dia orang yang baik bisa kamu jadiin temen deket atau bahkan pasangan hidup.
3. Kepada teman atau sahabat
Orang yang paling dekat dengan Kita setelah keluarga adalah kerabat dekat atau sahabat. Maksudnya ini bisa jadi orang kepercayaan kamu, sahabat, tetangga, teman sekolah, temen kerja dan sebagainya.
Dalam berkomunikasi dengan mereka juga harus benar-benar dijaga dan tetapi dalam koridor yang baik.
Seringkali karena menganggap Hal yang lumrah, sikap Kita terhadap teman itu berlebihan.
Ada yang memanggil dengan nama panggilan yang buruk misal “cebong/kampret” , ada juga yang becanda dengan fisik yang berlebih, Dan yang paling parah ada yang bertengkar gara-gara berebut pacar. Naudzubillahimindzalik
Hindari orang yang separti diatas cari teman yang hanya terlontar kalimat baik saja dari mulutnya.
4. Kepada guru
“Terpujilah wahai engkau Ibu Bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku …”
Begitulah sepenggal lirik dari lagu yang sering Kita nyanyikan saat upacara Sekolah dahulu, hymne guru. Penuh makna dan renungan untuk kita.
Masihkah nama guru ada di dalam sanubari kita?
Semoga saja …
Orang yang menghormati gurunya niscaya dia orang baik dan akan membawa kebaikan ilmu dari guru tersebut di setiap peran yang dijalankan.
.
***
.
Jaga terus komunikasi Kita dengan 4 pihak tadi, insyaAllah keberkahan akan Kita dapatkan di dunia Dan akhirat.
Aamiin, AlFatihah.
In frame :
Mas Adi, Mas Diar, Ust. Ali Muhli dan @_kangakbar