Yakin Komunitas Kamu Sudah Solid?

Yakin Komunitas Kamu Sudah Solid?

Yakin Komunitas Kamu Sudah Solid?

Kamu sekarang berada di komunitas apa? Kerja di perusahaan apa? Berada di barisan jama’ah apa?

Yakin kamu dengan tim kamu sudah solid?

 

Entah kenapa kalau saya mendengar kata “komunitas” seketika fikiran saya langsung connected pada kata “jama’ah”. Tapi setelah difikir-fikir gak heran sih, memang kata “komunitas” dan “ jama’ah” mempunya arti yang mirip-mirip yaitu sekumpulan orang yang sama-sama memiliki peran masing-masing untuk mencapai tujuan yang sama.

Semisal dalam komunitas ada ketua, bendahara, sekretaris dan anggota. Masing-masing punya peran dan juga mempunya tujuan yang sama mencapai goal komunitas tersebut.

Kalau jama’ah misal dalam shalat berjama’ah contohnya, ibadah yang tiap waktunya kita lakukan. Untuk mencapai tujuan shalat berjama’ah yang sempurna, diperlukan peran dari Muadzin, Iqamah, Imam dan makmum.

Kalau bicara jama’ah yang lebih luas misal teman satu sekolah atau pesantren bisa disebut jama’ah, karena sama-sama ada dalam satu atap untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Juga keberadaan kita di tempat kerja sekarang, itu jug bisa disebut jama’ah, karena semua punya peran untuk mencapai goal perusahaan atau lembaga yang tentu saja bersinggungan dengan memberi kebermanfaatan yang seluas-luasnya.

Tapi perjalanan dalam berjama’ah selalu memiliki tantangan yang harus terus di perbaiki, karena disana terdapat beragam kepala maka pasti ada saja gesekan, tidak sependapat, salah faham, dan miss communication. Wajar? Ya tentu saja wajar jika terjadi beda pendapat, yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai bagian dari jama’ah dapat menempatkan diri dan menyikapi suatu perkara dengan tepat.

Nah, yang terkadang luput dan dianggap biasa adalah saat justru disuatu jama’ah tidak terjadi dialektika, tidak terjadi perbedaan pendapat. Dianggap semuanya berjalan dengan baik dan malah cenderung monoton. Semua orang hanya mengerjakan pekerjaannya saja dan cenderung tidak menikmati jika diminta bantuan oleh kawannya. Dengan pola seperti itu memang pekerjaan selesai dan target tercapai, tapi orang-orang itu tidak bisa dikatakan solid.

Ada cara simpel bagaimana mengukur tingkat kesolidan suatu tim/komunitas/jama’ah. Caranya kalau satusama lain sudah saling mendoakan, maka tandanya itu sudah SOLID.

Karena Nabi pernah bersabda:

“Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya adalah do’a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada Malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.”

(HR. Muslim) dalam kitab adz-Dzikr wad Du’aa’ wat Taubah wal Istighfaar bab Fadhlud Du’aa’ lil Muslimiin bi Zhahril Ghaib, IV/ 2094 no. 2733 (88)

 

Yuk mari kita saling mendo’akan sahabat-sahabat, kawan-kawan seperjuangan kita. Selain manfaat untuk orang yang kita do’akan, kita pun yang mendoakan akan mendapatkan kebaikannya.

 

Semoga kita termasuk orang-orang yang terus diberikan keringanan mengucapkan hal-hal baik, di istiqoahkan untuk saling mendo’akan dan menjadi sebenar-benarnya ummat terbaik.

 

Wallahu’alam bishawab

 

Sahabatmu,

@_kangakbar