:ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ููŠ ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ ุจู’ู†ู ุจููƒูŽูŠู’ุฑูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ููŠ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ุซูุŒ ุนูŽู†ู’ ุนูู‚ูŽูŠู’ู„ูุŒ ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุดูู‡ูŽุงุจูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ููŠ ุงุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุฃูŽู†ูŽุณู ู…ูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุงู„ุชูŽู‘ูŠู’ู…ููŠูู‘ูŠู†ูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฃูŽุจูŽุงู‡ู ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู‡ู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุณูŽู…ูุนูŽ ุฃูŽุจูŽุง ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ:

.ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ููุชูู‘ุญูŽุชู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู ูˆูŽุบูู„ูู‘ู‚ูŽุชู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุฌูŽู‡ูŽู†ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽุณูู„ู’ุณูู„ูŽุชู’ ุงู„ุดูŽู‘ูŠูŽุงุทููŠู†ู

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair, ia berkata: Telah menceritakan kepada saya Al Laits, dari โ€˜Uqail, dari Ibnu Syihab, ia berkata: Telah mengabarkan kepada saya Ibnu Abu Anas, maulanya at-Taymiyyiin bahwa bapaknya menceritakan kepadanya bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu โ€˜anhu berkata: Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

โ€œApabila bulan Ramadhah datang, maka pintu-pintu langit dibuka sedangkan pintu-pintu jahannam ditutup dan syaitan-syaitan dibelengguโ€.

(HR. Bukhari no. 1766).

Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah dibukanya pintu-pintu langit (surga), ditutupnya pintu Jahannam dan dibelenggunya syaitan. Apakah makna hadis di atas adalah makna majaz (kiasan)  atau hakikat? Para ulama mengatakan bahwa hadis di atas mempunyai dua kemungkinan makna, majaz dan hakikat.

Jika dimaknai majaz: Pintu surga dibuka sebagai gambaran bahwa pahala dari Allah di bulan Ramadhan sangat melimpah sehingga menjadi motivasi bagi para hamba-Nya untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya. Pintu Jahannam (neraka) ditutup sebagai gambaran bahwa ampunan dan maaf dari Allah di bulan Ramadhan sangat melimpah sehingga mendorong para hamba-Nya untuk banyak bertaubat dan meminta ampun. Sedangkan para syaitan dibelenggu sebagai gambaran bahwa Allah mempersulit syaitan untuk menggoda para hamba-Nya di bulan Ramadhan. Syaitan menjadi lemah karena di bulan Ramadhan sebagian besar kaum muslimin sedang semangatnya beribadah dengan banyak membaca Al-Qurโ€™an, berpuasa sebulan penuh, tarawih sebulan penuh, bersedekah, zakat fitrah dan ibadah lainnya.

Jika dimaknai secara hakikat: Pintu surga benar-benar dibuka, pintu neraka benar-benar ditutup dan para syaitan benar-benar dibelenggu. Semua itu terjadi dalam rangka memuliakan bulan Ramadhan.  Timbul pertanyaan, jika syaitan benar-benar dibelenggu, mengapa masih banyak orang yang masih tidak puasa, tidak shalat dan bermaksiat di bulan Ramadhan? Jawabnya mudah! Mereka yang bermaksiat di bulan Ramadhan adalah karena pengaruh syaitan masih kental di dalam diri mereka walaupun syaitan sedang dibelenggu.

Wallahu Aโ€™lam.

Facebook Comments Box