Sebuah musibah kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, pada Sabtu malam, 28 Februari 2026. Insiden yang terjadi sekitar pukul 20.30 WITA ini menghanguskan puluhan rumah dan menyebabkan sedikitnya 173 warga kehilangan tempat tinggal. Kebakaran diduga dipicu oleh api kompor yang lupa dipadamkan saat sebagian warga tengah melaksanakan Salat Tarawih, memicu kobaran api yang cepat membesar di kawasan padat penduduk.
Kondisi rumah warga yang sebagian besar berbahan kayu serta jarak antarrumah yang rapat menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api. Kobaran api baru berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 23.50 WITA hingga 00.00 WITA, setelah petugas dan warga berjibaku melakukan pemadaman selama hampir tiga jam. Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dikerahkan ke lokasi, ditambah bantuan dua unit mobil pemadam dari Kabupaten Majene.
Berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, data kerusakan sementara menunjukkan bahwa 24 unit rumah rusak total dan rata dengan tanah. Selain itu, satu unit rumah mengalami rusak berat, satu unit rusak sedang, dan enam unit rumah rusak ringan.
Dalam insiden tragis ini, satu orang warga berinisial M (61) dilaporkan meninggal dunia. Korban diduga mengalami serangan jantung akibat syok berat saat melihat kediamannya terbakar.
Menurut data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polewali Mandar, total 173 warga terdampak langsung dan kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut. Data klasifikasi lengkap mengenai jumlah korban terdampak, korban luka, maupun korban meninggal dunia lainnya masih dalam tahap validasi bersama pihak terkait.
Tim BPBD Polewali Mandar tiba di lokasi pada Minggu dini hari, 1 Maret 2026, sekitar pukul 00.35 WITA. Mereka segera mendirikan tenda darurat dan membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sahur warga terdampak kebakaran Desa Galung Tulu. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang. Pendataan menyeluruh juga terus dilakukan guna memastikan jumlah kerugian material dan kebutuhan mendesak para korban.
Sebagai bentuk respons kemanusiaan, sejumlah program tanggap darurat telah direncanakan. Program tersebut mencakup pendirian Pos Hangat, pembagian paket iftar atau menu buka puasa, serta aksi bersih-bersih lokasi pasca kebakaran hebat di Desa Galung Tulu.
Musibah kebakaran Desa Galung Tulu ini menjadi pengingat penting akan bahaya kelalaian dalam penggunaan peralatan rumah tangga. Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Informasi lebih lanjut mengenai bantuan dan perkembangan penanganan korban akan terus diperbarui.