FLOATING ADS
FLOATING ADS
FLOATING ADS
FLOATING ADS
TOP ADS

Adzan Maghrib Bergema di Old Trafford, Tandai Sejarah Baru Ramadhan 2026

POST ADS

Stadion Old Trafford, markas kebanggaan Manchester United, mencatat sejarah baru pada Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026. Untuk pertama kalinya, adzan maghrib berkumandang di arena yang dijuluki “The Theatre of Dreams”, sekaligus menjadi penanda waktu berbuka puasa bagi umat Muslim. Momen bersejarah ini, yang memperlihatkan seorang muadzin melantunkan adzan maghrib dari pinggir lapangan, dengan cepat menjadi viral di media sosial. Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC) mengunggah video tersebut melalui akun Instagram resmi mereka, @manutdmuslims, pada Selasa, 24 Februari 2026.

Ibrahim Idris Lantunkan Adzan Maghrib di Old Trafford

Seorang qari asal Inggris, Ibrahim Idris, adalah sosok yang melantunkan adzan maghrib di Old Trafford, membuat suaranya menggema di seluruh stadion. Sebelum momen sakral tersebut, MUMSC telah mengumumkan kehadiran Ibrahim Idris melalui unggahan di akun Instagram mereka. “Kami merasa terhormat mengumumkan bahwa Ibrahim (Ibi) Idris akan bergabung bersama kami pada acara buka puasa MUMSC x Manchester United sebagai tamu istimewa. Ibrahim akan mengisi malam tersebut dengan lantunan Al Quran, mengumandangkan adzan maghrib, dan memimpin doa, insya Allah,” tulis akun tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Ramadhan, sekaligus menunjukkan sikap inklusif klub terhadap komunitas Muslim di lingkungan Old Trafford. MUMSC sendiri adalah komunitas suporter Muslim resmi pertama Manchester United, yang berperan menghubungkan para penggemar Muslim klub dari berbagai negara.

Perjalanan Inspiratif Ibrahim Idris: Dari Pesepak Bola Hingga Kembali Menjaga Al-Quran

Ibrahim Idris dikenal sebagai seorang qari yang telah menyelesaikan hafalan Al Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Ia belajar di bawah bimbingan ayahnya, yang juga seorang qari, dan memperoleh kualifikasi di Mansoura, Mesir, seperti dilansir dari laman Muslim Global Events.

Namun, pada usia 15 tahun, Ibrahim sempat melupakan hafalannya karena ingin mengejar karier sebagai pesepak bola profesional. Ia bahkan diterima dalam program beasiswa dua tahun di sebuah akademi sepak bola ternama. Saat itu, Ibrahim Idris dihadapkan pada pilihan sulit, yaitu mengorbankan mimpinya selama satu tahun untuk kembali menghafal Al Quran atau mencoba menyeimbangkan keduanya. Ia kemudian memilih untuk mengambil satu tahun belajar di sekolah berasrama guna mengulang hafalannya.

Sejak saat itu, Ibrahim berkomitmen untuk tidak lagi membiarkan hafalan Al Quran hilang dan menjadikannya sebagai misi hidup untuk terus melantunkan serta mengajarkannya kepada orang lain.

Momen lantunan adzan maghrib Ibrahim Idris di Old Trafford ini menjadi catatan sejarah baru yang mempertemukan nilai spiritual Ramadhan dengan sorotan dunia sepak bola internasional. Simak terus berita-berita menarik dan informatif lainnya hanya di www.kangakbar.net.

Meta Comments Box
POST ADS
You might also like