FLOATING ADS
FLOATING ADS
FLOATING ADS
FLOATING ADS
TOP ADS

Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Aqiqah? Ini Penjelasan Ulama

POST ADS

Banyak orang tua seringkali merasa bingung mengenai kapan waktu terbaik melaksanakan aqiqah bagi buah hati mereka, terutama jika pelaksanaan pada hari ketujuh kelahiran terlewatkan. Artikel ini akan mengulas secara lugas pandangan para ulama terkemuka mengenai waktu aqiqah yang paling utama dan alternatif pelaksanaannya, berdasarkan dalil-dalil syar’i.

Waktu Utama Melaksanakan Aqiqah: Hari Ketujuh Kelahiran

Mayoritas ulama bersepakat bahwa waktu terbaik melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Samurah bin Jundub, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuhnya, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu Majah).

Pada hari ini, disunnahkan pula untuk mencukur rambut bayi dan memberikan nama yang baik. Prosesi ini menjadi simbol syukur atas karunia anak serta pembersihan dari potensi ‘gadaian’ yang melekat pada diri anak, seperti yang dijelaskan dalam berbagai kitab fikih.

Fleksibilitas Waktu Jika Hari Ketujuh Terlewat

Meskipun hari ketujuh adalah waktu yang paling utama, tidak sedikit orang tua yang tidak dapat melaksanakannya karena berbagai kendala. Para ulama memberikan kelonggaran terkait kapan waktu aqiqah dapat dilakukan jika hari ketujuh terlewat.

Pandangan Mayoritas Ulama: Hari ke-14 atau ke-21

Jika tidak memungkinkan pada hari ketujuh, sebagian besar ulama, termasuk dari mazhab Syafi’i dan Hanbali, menganjurkan pelaksanaan aqiqah pada hari ke-14 atau hari ke-21. Pendapat ini merujuk pada hadis Aisyah RA yang menyatakan, “Aqiqah disembelih pada hari ketujuh, jika tidak bisa maka pada hari ke-14, jika tidak bisa maka pada hari ke-21.” (HR. Baihaqi).

Pelaksanaan pada salah satu dari hari-hari tersebut masih dianggap memenuhi esensi sunnah karena masih dalam periode awal pertumbuhan bayi dan merupakan kelipatan dari hari ketujuh.

Pendapat Lain: Hingga Sebelum Baligh

Beberapa ulama, seperti Imam Ahmad bin Hanbal dalam salah satu riwayatnya, berpendapat bahwa aqiqah dapat dilaksanakan kapan saja hingga anak mencapai usia baligh (dewasa). Mereka beralasan bahwa kewajiban aqiqah berada pada orang tua, dan jika orang tua belum mampu melaksanakannya pada waktu-waktu yang dianjurkan, maka masih ada kesempatan sebelum anak dewasa dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Pandangan ini memberikan kelapangan bagi orang tua yang terkendala finansial atau kondisi lainnya, asalkan niat untuk melaksanakan aqiqah tetap ada dan diwujudkan sebelum anak mencapai akil baligh.

Bagaimana Jika Sudah Dewasa?

Apabila seseorang telah dewasa dan belum diaqiqahi oleh orang tuanya, sebagian ulama membolehkan untuk mengaqiqahi dirinya sendiri. Namun, perlu dicatat bahwa hal ini bersifat sunnah (dianjurkan) dan bukan wajib. Kewajiban atau tanggung jawab utama aqiqah adalah pada orang tua.

Hukum Aqiqah dan Inti Pelaksanaannya

Secara umum, hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya melibatkan penyembelihan hewan, yaitu dua ekor kambing atau domba untuk bayi laki-laki, dan satu ekor untuk bayi perempuan.

Inti dari aqiqah adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak dan sebagai tebusan atas ‘gadaian’ anak tersebut. Oleh karena itu, fleksibilitas dalam kapan waktu aqiqah menjadi bentuk kemudahan syariat, asalkan niat dan kemampuan terpenuhi.

Dengan demikian, meskipun hari ketujuh adalah waktu terbaik melaksanakan aqiqah yang sangat dianjurkan, syariat Islam memberikan kelonggaran jika terdapat halangan. Pilihan pada hari ke-14, ke-21, hingga sebelum baligh, atau bahkan mengaqiqahi diri sendiri, menunjukkan bahwa niat baik dan pelaksanaan sesuai kemampuan adalah inti dari ibadah aqiqah.

——————–

Ingin memahami aqiqah bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi umat?

Pelajari bagaimana aqiqah bisa menjadi sumber keberkahan spiritual sekaligus membuka peluang usaha halal.

👉 Pelajari selengkapnya di sini:

🔗 https://s.id/ImpactAqiqah

🔗 DAPATKAN EBOOK KULTUM!

Meta Comments Box
POST ADS
You might also like