Rekan Bahasa
8 May 2022 14:42 - 5 minutes reading

Disrupsi Digital Adalah: Definisi, Contoh, dan Cara Menghadapinya

Share This

Disrupsi digital adalah frasa yang populer digunakan selama beberapa tahun terakhir. Adanya disrupsi digital disebut-sebut mengubah tatanan berbagai aspek kehidupan. Tak cuma itu, perubahan yang terjadi pun harus segera diadaptasi dengan cepat agar dapat mempertahankan kualitas kondisi yang ada.

Rekan Bahasa

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan disrupsi digital? Apa saja dampak yang dihasilkan dari adanya disrupsi digital? Lantas, bagaimana cara menyikapi disrupsi digital yang tak bisa ditolak keberadaannya?

Apa Itu Disrupsi Digital?

Disrupsi digital adalah kondisi terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena keberadaan berbagai teknologi digital. Perubahan yang terjadi akibat disrupsi digital pun menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari personal hingga bernegara.

Keberadaan disrupsi digital dapat dengan mudah diamati. Saat ini, berbagai teknologi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan bagi kehidupan sehari-hari. Kamu dapat berbelanja, membayar tagihan, atau melakukan beragam transaksi keuangan melalui dompet digital maupun QRIS. Mengikuti kursus pun tak lagi harus datang ke lokasi lembaga terkait secara fisik, tetapi cukup dengan duduk di depan laptop dan mengikuti kelas online.

Disrupsi digital pun semakin terasa ketika pandemi COVID-19 melanda. Isolasi sosial menjadi titik yang cukup mengubah kebiasaan-kebiasaan lama menjadi bertumpu pada keberadaan teknologi digital. Cara bekerja, sekolah, hingga bersosialisasi mengandalkan teknologi digital agar tetap dapat berlangsung.

Dampak Disrupsi Digital

Secara umum teknologi hadir untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai aktivitasnya. Pun demikian dengan teknologi digital. Beberapa keuntungan yang paling dirasakan dari keberadaan disrupsi digital secara general adalah efisiensi dan kepraktisan dari segi biaya, waktu, dan tenaga.

Dalam kata lain, disrupsi digital membuat berbagai hal kini dapat dilakukan lebih cepat, lebih mudah, dan bahkan murah. Batasan waktu untuk berkomunikasi dan mengakses informasi tak lagi terhalang oleh waktu maupun jarak.

Namun, kondisi ini juga seperti pisau bermata dua. Ketergantungan atau bahkan kecanduan terhadap dunia digital utamanya dapat memengaruhi kemampuan kognitif seseorang. Di samping itu, berbagai risiko kejahatan juga terbuka semakin luas yang ditandai dengan berkembangnya jenis-jenis cyber crime. 

Mudahnya persebaran informasi yang palsu, radikal, dan tak bertanggung jawab juga menjadi tantangan tersendiri. Tak cuma bagi personal individu, disrupsi digital yang seperti ini turut membuka potensi isu nasional.

Contoh Disrupsi Digital 

Nyaris semua hal kini telah berganti menggunakan basis digital. Meski kompleksitas implementasinya masih terus bertahap terutama dari segi pemerataan, mayoritas masyarakat global tak lagi asing dengan teknologi digital.

Berikut adalah beberapa contoh disrupsi digital yang paling mudah ditemui.

1. Keuangan

Kamu pun pasti telah memanfaatkan bentuk disrupsi digital yang satu ini. Dompet kini tak lagi harus penuh, asal saldo e-wallet favorit cukup terisi. Pembayaran untuk berbagai merchant yang offline pun dibayar menggunakan e-money maupun QRIS lainnya. Pun jika tidak, kartu debit atau kredit jadi solusinya.

Bicara soal kredit, layanan peminjaman dana pun kini tak lagi harus melalui bank atau koperasi. Kamu bisa mengajukan pinjaman tanpa agunan maupun kartu kredit cukup menggunakan ponsel. Tak ketinggalan, kamu bisa pula menggunakan PayLater untuk melakukan pembelanjaan dengan sistem kredit.

2. Kesehatan

Kecuali saat membutuhkan pemeriksaan lanjutan atau kondisi yang serius, telemedicine jadi alternatif konsultasi kesehatan yang bisa dilakukan. Lewat platform khusus, kamu bisa mendapat diagnosis dan resep obat dari dokter meski tak harus bertatap langsung. Tentunya, telemedicine ini akan terus berkembang lebih canggih seiring perkembangan teknologi.

Contoh lain disrupsi digital dalam bidang kesehatan adalah berbagai fitur di smartwatch. Kamu bisa mengukur detak jantung, saturasi oksigen, hingga tingkat stress yang dialami menggunakan perangkat satu ini. Tak ketinggalan, berbagai perlengkapan medis yang digunakan oleh tenaga kesehatan pun kini telah beralih pula berbasis digital, seperti pengukur tekanan darah, stetoskop, dan lain-lain.

3. Pendidikan

Selama pandemi, bukti nyata dalam bidang pendidikan terkait disrupsi digital adalah pembelajaran secara online. Kegiatan belajar mengajar diselenggarakan menggunakan platform virtual meeting.

Metode ini pun tidak terjadi hanya di pendidikan formal. Kursus online menjadi bisnis baru yang menjadi win-win solution bagi banyak pihak, terutama di kalangan profesional muda. Berbagai kelas untuk pengembangan karier diadakan secara daring pasca jam  kantor sehingga memudahkan mereka yang ingin belajar tanpa harus menambah lelah perjalanan.

Cara Menghadapi dan Beradaptasi dengan Disrupsi Digital 

Disrupsi digital adalah hal yang nyata dan tak dapat dihindari. Itu artinya, mau tak mau, siap tak siap, masyarakat harus beradaptasi dengan kondisi ini.

1. Mulai dengan yang Paling Relevan

Ada sangat banyak inovasi digital yang bermunculan dan jumlahnya akan terus bertambah. Kamu tak harus mengadopsi semuanya. Mulailah dengan menggunakan beberapa inovasi yang paling relevan dengan kebutuhanmu. Ingat, bagaimanapun, adanya teknologi ini semestinya bertujuan untuk memudahkanmu memenuhi apa yang menjadi keperluanmu.

Seperti contoh, kamu merupakan seorang mahasiswa atau profesional muda yang sedang membangun karier. Beberapa aplikasi penunjang produktivitas bisa jadi elemen yang mulai kamu pertimbangkan. Selain itu, layanan keuangan digital juga bisa jadi pilihan—terlebih lagi untuk meminimalkan risiko seperti uang tunai yang hilang dan rusak, persebaran virus atau bakteri penyakit, dan lain-lain.

Bagi instansi atau organisasi, cara beradaptasi dengan disrupsi digital adalah mulai beralih ke tahap digitalisasi. Hal ini akan memberi banyak manfaat, mulai dari kolaborasi lebih efektif, biaya operasional lebih murah, transparansi lebih baik, dan masih banyak lainnya.

2. Menjaga Batasan

Teknologi digital sangat memanjakan penggunanya. Maka dari itu, tak sedikit yang menjadi terlena dan ketergantungan terhadap solusi ini. Beberapa bahkan seolah kehilangan batas tentang apa yang semestinya tak perlu dikaitkan dengan dunia digital.

Contoh paling sederhana adalah menjaga privasi di media sosial. Masih banyak pengguna yang belum memahami sejauh apa informasi yang sebaiknya disebarkan di media sosial. Akibatnya, beberapa data pribadi yang terlanjur menyebar di internet disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

3. Meningkatkan Keterampilan

Disrupsi digital membuka peluang karier lebih besar pula. Persaingan di dunia profesional ini tidak cuma skala nasional, tetapi juga internasional. Hal ini terutama dapat dilihat di berbagai perusahaan Indonesia berbasis teknologi yang membuka kesempatan untuk warga negara asing bekerja di Indonesia.

Maka dari itu, penting bagi profesional muda untuk memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Kemudahan akses dalam menambah wawasan dan keterampilan yang juga dipermudahkan oleh disrupsi digital bisa menjadi solusinya. Lewat berbagai kelas online seperti GreatNusa, kamu bisa menambah bekal untuk meniti karier.

- - Cara Jadi Reseller Moestofa Food & Snack